Kisah Berlian dalam Tas Pemulung …

30 Jan 2015

Saya tertegun dan kemudian termenung … ketika usai membaca sebuah postingan dari blog seorang gadis cantik berjilbab dari Surabaya (Jawa Timur) … dia menulis tentang … kehidupan dan perjuangan … seorang mahasiswi dari Pamulang, Tangerang (Serang) … yang ‘rela dan ikhlas berjuang sendiri demi cita-cita dan keluarga tercinta.

Sebuah kisah langka … yuk kita simak … :D

*** Kisah seorang akhwat yang Mahasiswi ,,, yang berjuang hidup dari tumpukan sampah. Kisah tumpukan sampah yang membawanya duduk di bangku kuliah. Kisah bagi kita untuk belajar bersyukur!

Namanya Ming Ming. Memakai gamis hijau, jilbab lebar dan tas ransel berwarna hitam, dia memasuki lobi Universitas Pamulang (UNPAM), Tangerang. Dia adalah mahasiswa semester 1 jurusan akuntansi. Usianya baru 17 tahun. Dan dia adalah salah satu mahasiswa TERPANDAI di kelasnya … demikian Lilis Widyawati, mengawali postingannya ... agaknya setelah melihat tayangan tivi. :)

53e88e8f75bdd434fa0926e0179734d0_alilisw
Lilis Widiawati (foto by Google plus)

Saat kelas usai, dia pergi ke perpus. Ilmu sangat penting. Dengan Ilmu saya bisa memimpin diri saya. Dengan ilmu saya bisa memimpin keluarga. Dengan ilmu saya bisa memimpin bangsa. Dan dengan ilmu saya bisa memimpin dunia. Itu asalan Ming Ming kenapa saat istirahat dia lebih senang ke perpustakaan daripada tempat lain.

Sore hari setelah kuliah usai, Ming Ming menuju salah satu sudut kampus. Di sebuah ruangan kecil, dia bersama beberapa temannya mengadakan pengajian bersama. Ini adalah kegiatan rutin mereka, yang merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di UNPAM. Setelah itu, dia bergegas keluar dari komplek kampus.

Namun dia tidak naik kendaraan untuk pulang. Sambil berjalan, dia memungut dan mengumpulkan plastik bekas minuman yang dia temui di sepanjang jalan. Dia berjalan kaki sehari kurang lebih 10 km. Selama berjalan itulah, dengan menggunakan karung plastik, dia memperoleh banyak plastik untuk dia bawa pulang.

Rumah Ming Ming jauh dari kampus. Dia tinggal bersama ibu dan 6 orang adiknya yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana yang mereka pinjam dari saudara mereka di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor.

Biasanya setelah berjalan hampir 10 km, untuk sampai ke rumahnya Ming Ming menumpang truk. Sopir truk yang lewat, sudah kenal dengannya, sehingga mereka selalu memberi tumpangan di bak belakang. Subhanallah, setelah truk berhenti dengan tangkas dia naik ke bak belakang lewat sisi samping yang tinggi itu.

4d48f81c388f5cf4a31c1755888698cd_a-mahasiswi-1

Ming Ming & keluarga (foto dari post Lilis Widyawati …)

Ming Ming sekeluarga adalah pemulung. Dia, ibu dan adik-adiknya mengumpulkan plastik, dibersihkan kemudian dijual lagi. Dari memulung sampah inilah mereka hidup dan Ming Ming kuliah.

Ini adalah cerita nyata yang yang ditayangkan dalam berita MATAHATI di DAAI TV. Di Trans TV juga disiarkan di acara KEJAMNYA DUNIA. Sungguh episode yang membuat bulu kudu kita merinding dan mata kita berkaca-kaca

MAHASISWI YANG JADI PEMULUNG DEMI BISA KULIAH DAN MENGHIDUPI KELUARGA … demikian tulis Lilis Widyawati dalam blognya … :)

***

659bcb0364bfc27f4cf91ec9d1c0173e_67387_366495276857450_467731789789841877_n

Hal-hal yang menarik bagi saya adalah :

1. Perjuangan Ming Ming yang sangat terpuji dan langka … acungan jempol empat untuk Ming Ming belumlah cukup … dizaman yang serba instan ini … sungguh ‘kisah berlian dalam tas pemulung … :D

2. Kepedulian yang tinggi dari Lilis Wdyawati atas perjuangan temannya sesama wanita remaja putri, padahal mereka berjauhan … memang tidak bisa membantu secara langsung (materil) … namun ikut meneruskan kisah heroik keluarga ini … sehingga ‘mata hati kita ’semakian terbuka luas. :)

3. Semoga ada pihak2 terkait baik Pemda setempat, maupun Pemerintah Pusat serta para dermawan tergerak hatinya dan mampu membantu meringankan beban hidup Ming Ming dan keluarga. Aminn Allahumma Aminn.

***

Jakarta, 30 Januari 2015

-0o0-


TAGS


-

Author

*Laa Illaaha Ill-Allah Muhammad-Rasulullah

Follow Me